FlashGet Kids FlashGet Kids

Pengawasan orang tua untuk keluarga yang bercerai atau yang melakukan pengasuhan bersama

Orang tua yang bercerai dan memiliki anak biasanya menghadapi kesulitan dalam menetapkan aturan waktu penggunaan layar untuk anak-anak mereka. Hal ini karena, akibat aturan yang berbeda, anak-anak kesulitan memahami apa yang harus diikuti dan apa yang tidak. Dalam hal ini, kontrol orang tua terbukti bermanfaat, tetapi alih-alih mendapatkan bantuan dari kontrol teknis, orang tua mencoba membuat beberapa aturan dasar yang disepakati bersama untuk anak-anak.

Jangan khawatir, panduan ini dirancang khusus untuk orang tua yang bercerai/keluarga yang melakukan pengasuhan bersama atau anak-anak berusia 7-17 tahun yang kesulitan menciptakan kebiasaan digital yang lebih sehat. Teruslah membaca!

Mengapa inkonsistensi seringkali menimbulkan lebih banyak masalah daripada ketegasan?

Orang tua yang berbagi tanggung jawab dalam membesarkan anak biasanya sama-sama bertanggung jawab, terlepas dari apakah mereka tinggal terpisah. Keduanya biasanya menginginkan anak-anak mereka memiliki waktu penggunaan layar, namun aturan digital yang tidak konsisten hanya akan menimbulkan kebingungan. Hal ini karena ketika harapan berbeda dari masing-masing orang tua, anak-anak menjadi tidak yakin aturan mana yang harus diikuti, yang menyebabkan konflik dan kesalahpahaman.

Mari kita telusuri lebih dalam dan perhatikan beberapa alasan umum yang bantuan Anda menjelaskan masalah ini!

Salah satu orang tua memiliki aturan ketat mengenai waktu penggunaan layar, sedangkan orang tua lainnya tidak

Biasanya terlihat bahwa salah satu orang tua menerapkan aturan ketat terkait waktu penggunaan layar, seperti membatasi bermain game/media sosial pada jam-jam tertentu, sementara orang tua lainnya kurang memperhatikan. Beberapa orang tua bahkan tidak menerapkan batasan sama sekali agar anak-anak mereka senang, tetapi perbedaan ekspektasi ini membingungkan anak-anak.

Anda tahu, menurut Teori Pembelajaran Sosial Albert Bandura, anak-anak pada dasarnya mempelajari perilaku dengan mengamati konsekuensi. Artinya, jika mereka melihat bahwa salah satu orang tua memberi mereka kebebasan dan tidak ada hal negatif yang terjadi, mereka secara otomatis menyimpulkan sendiri bahwa tidak perlu mengikuti aturan yang lebih ketat. Anda tahu, jika hal seperti itu terus berlanjut, maka anak-anak mulai mengadopsi perilaku yang lebih longgar, yang menyebabkan konflik antara kedua rumah tangga.

Anak Anda menggunakan perangkat yang berbeda di rumah yang berbeda

Begitu juga, ketika anak-anak pindah antara dua rumah tangga, mereka pasti menggunakan perangkat yang berbeda di setiap lingkungan, bukan?

Meskipun anak-anak mendapatkan sumber hiburan di kedua rumah, namun pengaturan kontrol orang tua pada perangkat yang berbeda tersebut juga berbeda. Anak-anak memanfaatkan perbedaan ini dan beralih perangkat untuk mengakses aplikasi yang diblokir.

Namun, bukan berarti Anda harus menyamakan aturan di semua perangkat; sebaliknya, fokuslah pada membangun harapan bersama dalam keluarga. Ketika anak-anak menemukan aturan yang konsisten di semua perangkat, mereka cenderung akan mengikutinya tanpa kesalahpahaman.

Orang tua berbeda pendapat tentang pengawasan

Ketika anak-anak mengalami berbagai tingkat pengawasan, mereka mulai membandingkan rumah tangga. Anda biasanya mendengar pernyataan seperti "Ibu membiarkan saya melakukannya," "Ayah tidak menerapkan batasan seperti itu," atau "di rumah Ayah," misalnya, "Ayah tidak peduli." Namun, konflik semacam itu tidak berarti bahwa salah satu pihak salah atau benar. Tidak diragukan lagi, keduanya menginginkan yang terbaik untuk anak-anak, tetapi dalam persaingan ini, mereka mencampuradukkan konsep keadilan dan konsistensi.

Kami tidak mengatakan Anda harus menyamakan semua aturan rumah tangga Anda, tetapi setidaknya Anda berdua dapat menyepakati beberapa aturan dasar tentang waktu penggunaan layar. Misalnya, Anda dapat membuat aturan sederhana seperti mengerjakan PR terlebih dahulu sebelum hiburan, tidak menggunakan layar sebelum tidur, dan aturan serupa lainnya.

Apa yang paling dibutuhkan anak-anak dalam keluarga yang bercerai?

Anak-anak dari keluarga yang bercerai biasanya membutuhkan elemen-elemen penting berikut ini!

Satu anak, dua rumah, satu standar digital.

Aturan yang jelas bantuan anak-anak fokus, bukan bingung.

Cobalah secara gratis
  • Ekspektasi yang konsisten untuk rutinitas dasar seperti waktu penggunaan layar, tidur, dan tanggung jawab sekolah
  • Meskipun mereka berada di peringkat D, anak-anak berpikir itu bukan kesalahan mereka, jadi demi ketenangan mental, keduanya harus berkomunikasi dengan jelas namun tenang setidaknya di depan anak-anak.
  • Jika mereka menginginkan dukungan emosional dari kedua belah pihak, mereka harus ditekan untuk memihak dan mengatakan hal buruk kepada orang tua lainnya.
  • Ketenangan pikiran karena orang tua mereka masih bekerja sama demi kepentingan mereka.

Rencana langkah demi langkah untuk menciptakan aturan yang konsisten di dua rumah

Sekarang Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana mungkin membuat aturan yang konsisten dalam situasi pengasuhan bersama. Tenang! Di bawah ini adalah panduan langkah demi langkah detail bantuan Anda mencapai tujuan dengan upaya minimal!

Sepakati hal-hal yang tidak dapat dinegosiasikan terlebih dahulu

Pertama-tama, kedua orang tua harus menyepakati aturan inti dan memastikan aturan tersebut sama di kedua rumah, seperti batasan pemblokiran aplikasi, larangan penggunaan ponsel di tempat tidur, atau pengalaman berbagi lokasi dasar

Berikan ruang untuk perbedaan antar rumah tangga

Setelah menyepakati aturan dasar, Anda dapat menyesuaikan aturan lainnya sesuai dengan rutinitas rumah Anda. Hal ini karena gaya pengasuhan setiap rumah berbeda, kita tidak dapat menerapkan aturan secara paksa seperti waktu penggunaan layar di akhir pekan, jadwal pekerjaan rumah, atau hari perjalanan. Sejujurnya! Fleksibilitas seperti itu sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang realistis dan menghindari konflik.

Ciptakan pengalaman yang stabil bagi anak di berbagai rumah

Meskipun rutinitas di rumah berbeda-beda, Anda dapat memastikan pengalaman anak-anak tetap stabil, misalnya dengan memastikan aturan tidak terus berubah untuk menghindari kebingungan. Satu hal lagi yang dapat Anda lakukan adalah mengikuti proses peninjauan yang sama, menjelaskan kepada anak-anak apa yang akan diperiksa dan apa yang tidak.

Jika Anda ingin menerapkan aturan waktu layar yang konsisten di semua perangkat di kedua rumah tangga, alat kontrol orang tua dapat bantuan menyederhanakan prosesnya. Dalam hal ini, Anda dapat mencoba menginstal FlashGet Kids yang menawarkan kompatibilitas lintas platform, memungkinkan orang tua untuk menerapkan batas waktu layar, jadwal tidur, dan pembatasan aplikasi yang sama di berbagai perangkat. Ini memang dapat bantuan memperkuat aturan yang disepakati dan memberikan anak-anak pengalaman digital yang lebih konsisten di rumah mana pun mereka berada.

Perbandingan atau alternatif: apa yang lebih efektif daripada pemantauan terus-menerus?

Ingat! Pengawasan terus-menerus bukanlah solusi untuk membimbing pengalaman digital anak-anak Anda; ada beberapa alat praktis alternatif lain yang dapat digunakan oleh orang tua yang berbagi pengasuhan!

  • Jaga agar semua orang memiliki jadwal yang sama: Kedua orang tua harus menggunakan kalender bersama yang berisi jam mengerjakan PR, kegiatan ekstrakurikuler, dan jadwal tidur. Dengan cara ini, anak-anak akan tahu apa yang perlu mereka ketahui, tidak peduli di rumah mana mereka berada.
  • Cobalah untuk menciptakan zona bebas perangkat elektronik sebelum tidur: Anda juga harus membuat aturan yang jelas untuk menyingkirkan semua layar setidaknya 30 menit sebelum tidur. Jika tidak, kebiasaan menggulir layar di malam hari akan mengganggu produksi melatonin (hormon siklus tidur-bangun), yang menyebabkan jadwal tidur yang tidak teratur.
  • Tetapkan batasan aplikasi daripada mengawasi semuanya: Alih-alih mengawasi setiap aktivitas digital anak-anak, orang tua dapat menetapkan batasan waktu harian untuk setiap aplikasi media sosial atau permainan.
  • Utamakan percakapan terbuka: Jika Anda pemberitahuan bahwa anak-anak Anda menggunakan perangkat elektronik larut malam, alih-alih memata-matai mereka, sebaiknya Anda berbicara terbuka dengan mereka. Ini akan membangun ikatan kepercayaan dan mereka akan lebih cenderung mendengarkan nasihat Anda.
  • Carilah pihak ketiga ketika orang tua tidak sepakat: Jika salah satu orang tua menginginkan aturan yang ketat sementara yang lain lebih menyukai kebebasan, maka peran pihak ketiga sangat penting. Konselor pengasuhan anak dapat mencoba untuk mendamaikan kedua belah pihak untuk mencapai kesimpulan yang terbaik bagi kepentingan anak-anak.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah orang tua yang berbagi hak asuh anak perlu menggunakan aplikasi kontrol orang tua yang sama?

Tentu saja tidak, itu tidak perlu; tidak diragukan lagi menggunakan aplikasi yang sama akan mempermudah koordinasi. Namun, satu hal yang perlu diperhatikan adalah tujuannya harus pada penetapan ekspektasi bersama, bukan hanya alat yang identik.

Apakah kedua orang tua seharusnya memiliki akses ke informasi pemantauan?

Jika kedua orang tua memiliki akses untuk memantau informasi, maka mereka dapat menjaga konsistensi dengan mengetahui keberadaan digital anak-anak mereka. Namun, motif utama untuk mendapatkan akses tersebut haruslah keselamatan anak-anak, bukan untuk mendapatkan kendali dibandingkan dengan orang tua lain.

Apakah kontrol orang tua dapat berfungsi di seluruh perangkat Android dan iPhone?

Tentu saja, ada banyak solusi kontrol orang tua yang dapat Anda unduh untuk bantuan Anda memantau perangkat Android atau iPhone. Misalnya, FlashGet Kids juga merupakan salah satunya yang memungkinkan integrasi tanpa hambatan di seluruh perangkat Android dan iOS.

Bagaimana jika anak tersebut mengatakan bahwa peraturan itu tidak adil?

Jika anak Anda tidak setuju dengan aturan waktu penggunaan layar yang Anda tetapkan, alih-alih bersikap keras, cobalah untuk memahami mengapa mereka tidak setuju. Ini karena anak-anak mengikuti aturan ketika mereka cukup yakin bahwa tujuannya adalah kesehatan dan keselamatan, bukan memata-matai.

Zoe Carter
Zoe Carter, Kepala Penulis di FlashGet Kids.
Zoe meliput teknologi dan pola pengasuhan modern, dengan fokus pada dampak dan penerapan alat digital bagi keluarga. Ia telah banyak meliput isu-isu keamanan daring , tren digital, dan pengasuhan anak, termasuk kontribusinya untuk FlashGet Kids. Dengan pengalaman bertahun-tahun, Zoe berbagi wawasan praktis untuk bantuan orang tua membuat keputusan yang tepat di dunia digital saat ini.

Tinggalkan balasan

Daftar Isi

Unduh gratis untuk merasakan semua fitur perlindungan anak.
Unduh gratis
Unduh gratis untuk merasakan semua fitur perlindungan anak.