Snapchat telah menjadi salah satu platform media sosial paling populer di dunia yang digunakan oleh remaja. Laporan Pew Research Center tahun 2024 menemukan bahwa 55% remaja Amerika adalah pengguna aktif Snapchat. Pengguna membuka aplikasi 30-40 kali sehari dan menghabiskan rata-rata 30 menit setiap hari. Di AS saja, Snapchat digunakan oleh 90% remaja berusia 13 hingga 24 tahun. Hal ini menjadikannya bagian dari budaya remaja. Artikel ini bertujuan untuk membantu orang tua lebih memahami fenomena "remaja dan Snapchat". Kami mengeksplorasi apa yang remaja gunakan Snapchat, apa yang aman bagi remaja, bahaya yang ada, dan apa yang dapat Anda lakukan untuk melindungi anak Anda di lingkungan yang terus berubah dan daring .
Mengapa remaja tertarik pada Snapchat?
Sebelum membahas popularitasnya, ada satu hal yang perlu diklarifikasi: Snapchat hanya tersedia untuk pengguna berusia 13 tahun ke atas. Snapchat cenderung menutup dan menghapus data dari akun apa pun yang dianggap dimiliki oleh pengguna di bawah usia 13 tahun. Dan anak berusia 13 hingga 17 tahun juga tidak dapat mengubah tahun kelahiran mereka menjadi 18 tahun ke atas setelah mendaftar.



Daya tarik yang unik:
Daya tarik Snapchat sangat berbeda dari aplikasi media sosial. Bukan tentang "like", pengikut, dan menjadi viral. Sebaliknya, Snapchat menekankan komunikasi dengan teman, cerita, dan konten sementara (pesan/foto yang menghilang setelah dilihat), sehingga membuatnya kurang terstrukturperingkatdibuat-buat dibandingkan Instagram atau TikTok.
Sesuai dengan gaya komunikasi remaja:
Snapchat tidak hanya memberikan rasa koneksi sosial tetapi juga sesuai dengan gaya komunikasi remaja. Menawarkan lensa augmented reality (AR) dan filter menyenangkan untuk ekspresi diri yang kreatif. Pesan yang menghilang dan antarmuka yang santai mengurangi tekanan untuk "beraksi" atau melakukan daring. Remaja merasa kurang dihakimi dan kurang "dipamerkan" dibandingkan dengan media sosial .
Mendorong keterlibatan langsung dan otentik:
Platform ini memungkinkan percakapan pribadi dan santai dengan teman-teman. Namun, hal ini juga dapat menimbulkan rasa takut ketinggalan (FOMO) karena remaja mengikuti perkembangan terbaru teman-teman mereka secara langsung.
Bagaimana remaja menggunakan Snapchat: fitur dan aktivitas
Jika Anda ingin lebih memahami penggunaan Snapchat oleh remaja Anda, penting untuk terlebih dahulu memahami Snapchat itu sendiri. Snapchat bukan hanya aplikasi berbagi foto. Ini adalah platform kompleks dengan banyak fitur yang memiliki fungsi sosial yang berbeda. Fitur-fitur ini berdampak pada kegiatan berbagi, komunikasi, dan konsumsi remaja.
Berikut adalah fitur-fitur yang paling umum digunakan:
- Snap: Foto atau video yang dikirim langsung ke teman dan hanya tersedia selama 1-10 detik setelah dilihat.
- Stories: Pembaruan foto dan video 24 jam yang dapat dibagikan dengan daftar teman atau grup.
- Obrolan: Pesan teks dan suara yang menghilang setelah dibaca, tetapi dapat disimpan.
- Spotlight: Sebuah platform publik yang berisi video-video pendek serupa dengan TikTok, tempat semua video dapat dilihat.
- Snap Map: Lokasi teman Anda lokasidi peta.
- Lensa dan Filter: Efek realitas tertambah (AR) untuk foto dan video, dengan lebih dari 350 juta pengguna berinteraksi dengannya setiap hari .
- AI saya: Sebuah chatbot peringkat yang didukung oleh ChatGPT, yang dapat menjawab pertanyaan melalui kotak obrolan.
- Rentetan: Penghitung berapa hari berturut-turut Anda dan teman Anda telah berfoto bersama.
Remaja akan menggunakan banyak fitur sekaligus. Pengguna mungkin menonton Story teman, mengirim snap diri mereka sendiri, membalas obrolan, dan menggunakan Snap Map untuk melacak lokasi sekelompok teman. Penggunaan yang kompleks inilah yang membuat aplikasi ini sangat populer.
Memahami norma komunikasi unik Snapchat
Snapchat memiliki budaya dan "aturan" komunikasinya sendiri. Memahami norma-norma ini bantuan orang tua berbicara lebih efektif dengan remaja mereka tentang penggunaan Snapchat.
- Gambar mendahului kata-kata: Remaja menggunakan foto diri mereka sendiri dan klip video singkat, alih-alih teks, untuk merespons. Mengirim swafoto sebagai salam adalah hal yang umum. Ini lebih nyata dan personal daripada teks.
- Bahasa gaul dan akronim internet: “SB” (snap back), “SS” (screenshot), “WYD” (what are you doing), “NGL” (not gonna lie) dan “ISTG” (I swear to God) sering digunakan. Istilah-istilah ini mudah dipahami oleh remaja, tetapi lebih membingungkan bagi orang tua.
- Siapa yang dapat melihat apa: Sebuah Story dapat dilihat oleh semua teman atau pengikut. Sebuah Private Snap hanya dibagikan kepada satu orang. Remaja mengontrol apa yang mereka bagikan secara publik atau yang mereka rahasiakan.
- Keterlibatan dan tekanan sosial: Fitur-fitur seperti streak (jumlah hari berturut-turut bertukar snap) dan jumlah tayangan mendorong interaksi yang sering. Remaja mungkin merasa tertekan untuk merespons dengan cepat atau mempertahankan streak, yang dapat memengaruhi kebiasaan komunikasi mereka dan menciptakan stres sosial yang halus.
Keuntungan menggunakan Snapchat bagi remaja
Adalah keliru jika hanya memandang Snapchat sebagai ancaman. Sebenarnya, Snapchat dapat memberikan dampak positif pada perkembangan sosial remaja. Memahami dampak positif ini dapat bantuan orang tua untuk melakukan diskusi yang lebih konstruktif dengan anak-anak mereka.
- Percakapan dengan teman: Snapchat dirancang untuk berkomunikasi dengan teman dekat, bukan untuk siaran publik. Hal ini memungkinkan lebih banyak keaslian dan bantuan remaja dengan jadwal sibuk, pindah sekolah, atau mengalami kecemasan sosial untuk mempertahankan hubungan mereka.
- Ekspresi diri kreatif: Lensa realitas tertambah, video, dan fitur cerita mendukung ekspresi kreatif. Ini bantuan membangun keterampilan media digital dalam jangka panjang.
- Berbagi dengan risiko rendah: Karena unggahan bersifat sementara dan tidak bertahan daring , tekanan untuk remaja dalam menampilkan konten yang terarah menjadi lebih rendah. Hal ini dapat bantuan mengurangi tekanan citra yang menyebabkan stres di platform media sosial lainnya.
Apakah Snapchat aman untuk remaja?
Snapchat memang sekarang lebih aman daripada sebelumnya, tetapi tetap tidak tanpa risiko yang signifikan seperti kebocoran Snapchat dan foto telanjang remaja. Orang tua perlu mengetahui kedua sisi agar dapat membuat pilihan yang bijak dan seimbang.
Snapchat telah melakukan upaya yang signifikan untuk meningkatkan keamanan bagi remaja. Akun untuk anak di bawah 15 tahun memiliki pengaturan. Terdapat filter untuk memblokir konten yang tidak pantas di Discover dan Spotlight.
Tersedia juga opsi untuk membatasi siapa yang dapat terhubung dengan remaja, Pusat Keluarga yang memungkinkan orang tua untuk memantau akun remaja mereka, dan kemampuan bagi orang tua untuk memblokir akses remaja mereka ke My AI. Pedoman Komunitas Snapchat melarang perundungan, pelecehan, dan konten grafis atau eksplisit. Langkah-langkah ini bagus, tetapi tidak sepenuhnya aman.
Bahaya Snapchat bagi kaum muda
Orang tua harus mewaspadai bahaya di Snapchat:
- Daring Predator : Data yang diberikan kepada NSPCC menunjukkan Snapchat adalah metode yang paling disukai untuk daring . Hampir setengah dari kasus pelecehan seksual di media sosial yang dilaporkan terjadi di Snapchat.
- Sexting dan berbagi foto: Pusat Penelitian Cyberbullying melaporkan bahwa 22% dari anak muda yang disurvei telah mengirim foto telanjang atau setengah telanjang diri mereka sendiri di Snapchat. Sifat sementara dari pesan yang menghilang itu menyesatkan. Konten Snapchat dapat dengan mudah ditangkap dan dibagikan sebagai tangkapan layar atau direkam.
- Paparan konten berbahaya: Pada tahun 2024, Departemen Kehakiman New Mexico melakukan investigasi terselubung dan menemukan pencarian kata kunci berbahaya di akun Snapchat dengan konten ilegal. Moderasi lebih baik tetapi tidak sepenuhnya aman.
- Perundungan siber: Anda tidak dapat menyimpan pesan Snapchat dengan mudah. Hal ini mempersulit pelaporan ke platform dan sekolah.
- Risiko lokasi Snap Map: Jika tidak diatur dengan benar, Snap Map dapat membagikan lokasi langsung kepada semua teman mereka atau bahkan publik. Hal ini dapat menyebabkan bahaya fisik, terutama bagi remaja muda.
- Kecemasan dan waktu penggunaan layar: Algoritma dan fitur media sosial selalu mendorong pengguna untuk mempertahankan keterlibatan yang tinggi, yang dapat menyebabkan kecemasan, FOMO (Fear of Missing Out), atau bahkan kecanduan ponsel.
Cara menjaga keamanan remaja Anda di Snapchat: panduan untuk orang tua
Kesadaran adalah fondasinya dan tindakan teraturlah yang memberikan perlindungan. Tips-tips ini dapat diterapkan, konkret, dan akan membantu remaja Anda, bukan malah merugikan mereka.



Mendirikan Pusat Keluarga
- Buka Snapchat > ketuk ikon profil > ketuk ikon roda gigi, lalu masuk ke “Pusat Keluarga”.
- Undang akun Snapchat remaja Anda untuk terhubung.
- Setelah terhubung, orang tua dapat melihat daftar teman anak mereka, membatasi konten sensitif, dan bantuan melaporkan akun yang mencurigakan.
Family Center tidak menampilkan pesan, sehingga bantuan melindungi privasi remaja Anda sekaligus memungkinkan Anda untuk memantau perkembangan penting.
Tinjau pengaturan privasi bersama-sama
- Ubah “Siapa yang dapat menghubungi saya” menjadi “Teman Saya”. Ini mencegah orang yang tidak dikenal remaja Anda mengirimkan snap dan pesan.
- Aktifkan Mode Hantu di Snap Map, agar lokasi tidak terlihat oleh siapa pun, termasuk teman.
- Nonaktifkan "Tambah Cepat" agar aplikasi tidak membagikan akun remaja Anda kepada orang yang tidak mereka kenal.
Hancurkan mitos pesan yang menghilang
Pastikan remaja Anda tahu bahwa pesan tidak benar-benar dihapus. Tangkapan layar, perekam layar, atau aplikasi dapat menyimpan semua pesan. Tekankan bahwa apa pun yang dianggap daring dapat tetap menjadi daring selamanya. Hal pribadi dapat menjadi publik dalam sekejap mata.
Tetapkan batasan dan limit
Tetapkan batasan berapa lama mereka dapat menggunakan Snapchat setiap hari dengan Screen Time (di iOS) atau Digital Wellbeing (di Android). Tetapkan batasan yang jelas seperti tidak menggunakan perangkat elektronik selama belajar, makan malam, dan dua jam sebelum tidur. Dengan membingkainya sebagai aturan keluarga daripada batasan pribadi, akan lebih mudah bagi remaja untuk menerimanya.
Lanjutkan percakapan
Ajukan pertanyaan dengan cara yang tidak menghakimi. Cari tahu siapa teman-teman mereka di aplikasi tersebut, apa yang mereka sukai dari aplikasi itu, dan apa yang membuat mereka merasa tidak aman. Satu aturan yang tidak boleh dilanggar: jika ada sesuatu yang membuat mereka merasa tidak aman, mereka akan langsung memberi tahu Anda. Mengatakan kebenaran bukanlah hukuman.
Kesimpulan
Media sosial seperti Snapchat telah memperkuat kecenderungan generasi muda untuk menjalin hubungan dan mengeksplorasi identitas melalui komunikasi visual instan. Tujuan orang tua bukanlah untuk memutus akses ke Snapchat, tetapi untuk memastikan remaja merasa percaya diri untuk berbagi masalah. Aktifkan Family Center, diskusikan praktik aman, dan jadikan keselamatan daring sebagai percakapan berkelanjutan. Dengan tidak mengawasi, tetapi mendukung, remaja lebih cenderung menjadi lebih bijak dan daring dalam hal keselamatan.

