Menunda kepuasan adalah titik awal yang bagus untuk anak-anak yang seringkali tidak sabar dalam meraih kesuksesan. Terkadang anak-anak perlu menunggu dan merencanakan kesuksesan jangka panjang. Dengan menunda kepuasan, anak-anak berprestasi lebih baik dan memiliki kehidupan sosial yang hebat.
Artikel ini akan menjelaskan penundaan kepuasan dan mengapa hal itu merupakan pilihan terbaik untuk perkembangan anak secara keseluruhan. Kita juga akan membahas apa yang ditawarkan oleh penundaan kepuasan dan bagaimana Anda dapat menerapkannya secara lebih efektif.
Apa arti penundaan kepuasan?
Penundaan kepuasan adalah kemampuan untuk mengesampingkan keuntungan cepat demi mencapai keuntungan yang lebih besar dan lebih berharga di masa depan. Secara psikologis, pengendalian diri, fungsi eksekutif, dan pengendalian impuls memungkinkan anak-anak untuk merencanakan dan mengatur emosi mereka.
Kisah ini dikenal sebagai Tes Marshmallow, yang dilakukan oleh Walter Mischel di Universitas Stanford. Ia menemukan bahwa ketika anak-anak diharuskan menunggu hingga marshmallow kedua, skor SAT rata-rata beberapa tahun kemudian meningkat 210 poin.



Peningkatan prestasi akademik
Anak-anak dengan kemampuan menunda kepuasan akan tetap berdedikasi pada kegiatan sekolah mereka dan menyelesaikan tugas-tugas yang menuntut atau membosankan sekalipun. Keterampilan menunggu dan ketekunan mendorong belajar, meningkatkan nilai, dan memperbarui minat serta dedikasi yang lebih besar dalam belajar. Kemampuan ini akan bantuan anak-anak, seiring waktu, menjadi sabar dan gigih dalam menghadapi tantangan akademis.
Pengaturan emosi yang lebih baik
Kemampuan menunda kepuasan bantuan anak-anak mengelola frustrasi, belajar dari kesalahan, dan bertindak tanpa impulsif. Mereka belajar menunggu untuk menuai hasil yang setimpal, menjadi sabar dan tangguh. Hal ini mengurangi stres dan bantuan mereka secara konsisten mengelola emosi mereka dalam situasi yang menantang secara emosional.
Keterampilan sosial yang lebih kuat
Menunda kepuasan mengajarkan anak-anak bagaimana menjadi lebih pengertian dan kooperatif dengan teman sebaya mereka. Mereka lebih cenderung berbagi, bernegosiasi, dan mempertahankan persahabatan karena mereka tahu bahwa kesabaran dapat menghasilkan manfaat emosional.
Peningkatan pencapaian tujuan
Mengajari mereka untuk menunggu imbalan yang lebih besar akan bantuan anak-anak mengembangkan pemikiran dan perencanaan jangka panjang.
Pola pikir ini memungkinkan mereka untuk menetapkan tujuan yang jelas dan tetap fokus secara konsisten pada tujuan tersebut. Mereka menghindari godaan kepuasan instan, yang dapat mengganggu upaya meraih prestasi di masa depan.
Saatnya mencoba FlashGet Anak-Anak.
Mengapa penundaan kepuasan itu penting dalam hidup?
Isu penundaan kepuasan sangat penting dalam kehidupan karena membentuk pengambilan keputusan dan pengaturan emosi. Individu yang mampu menunggu untuk menerima imbalan berada dalam posisi yang lebih baik untuk menganalisis pilihan, berpikir lebih jernih, dan menghindari keputusan impulsif.
Sebuah studi dalam Journal of Personality and Social Psychology menemukan bahwa anak-anak yang mengembangkan pengendalian diri sejak dini lebih mungkin untuk mengatasi stres dan fokus pada tujuan jangka panjang. Keterampilan ini akan memungkinkan anak-anak dan orang dewasa untuk mempertimbangkan keputusan yang perlu mereka ambil dalam situasi sulit dan merespons dengan tenang.
Penundaan kepuasan pada anak-anak
Kemampuan menunda kepuasan adalah keterampilan penting yang harus dikembangkan anak-anak. Hal ini karena kemampuan ini mengajarkan mereka disiplin diri, kesabaran, dan pemikiran yang berorientasi ke masa depan. Penelitian telah menemukan bahwa anak-anak yang diajarkan untuk menunggu imbalan sejak usia muda cenderung mencapai hasil akademik yang lebih baik. Mereka mengembangkan keterampilan sosial yang lebih kuat dan lebih mampu mengatur emosi seiring bertambahnya usia.
Mengapa menunda kepuasan sulit bagi anak-anak
Mengajari anak-anak untuk menunda kepuasan tidak selalu mudah. Mereka mungkin tidak mampu menunggu imbalan karena alasan psikologis dan lingkungan. Anak-anak pada dasarnya impulsif, dan otak mereka belum mengembangkan kapasitas pengendalian diri untuk menolak godaan.
- Peningkatan impulsivitasAnak-anak menjadi lebih impulsif dan kesulitan menunda kepuasan, sehingga mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas.
- Frustrasi emosionalKetika seseorang tidak sabar menunggu, stres, amarah, dan frustrasi dapat terjadi.
- Berkurangnya perencanaan jangka panjang: Ada kemungkinan juga bahwa paparan terus-menerus terhadap imbalan jangka pendek mengakibatkan anak-anak semakin kesulitan menentukan tujuan jangka panjang.
- Kesulitan dalam situasi sosialKetidaksabaran dapat menghambat berbagi, kerja sama, dan menjaga persahabatan.
Manfaat mempelajari penundaan kepuasan sejak dini
Mempelajari penundaan kepuasan sejak usia dini memberikan anak-anak fondasi yang kokoh untuk sukses di sebagian besar aspek kehidupan mereka. Anak-anak yang belajar menunggu hingga mereka mendapatkan imbalan dan mengelola impuls mereka dapat belajar untuk hidup, menjadi dewasa, dan beradaptasi dengan tantangan sosial.
- Peningkatan prestasi akademikAnak-anak menjadi lebih perhatian, lebih mampu menyelesaikan tugas, dan mendapatkan nilai yang lebih tinggi.
- Peningkatan kecerdasan emosionalPengendalian diri bantuan anak-anak mengelola perasaan mereka, yang mengarah pada hubungan yang lebih baik.
- Ketahanan yang lebih besarAnak-anak yang mampu bersabar sebelum merasa puas akan lebih mampu menghadapi kendala dan kegagalan tanpa menyerah.
- Pencapaian tujuan jangka panjang yang lebih kuatPerencanaan dan ketekunan, pelajaran yang didapat sejak usia muda, bantuan anak-anak mencapai tujuan yang bermakna secara efektif.
Tanda-tanda anak kesulitan menunda kepuasan
Anak-anak yang secara alami tidak mampu menunggu sebelum menerima hadiah atau yang memiliki impuls kuat lebih sulit dikendalikan. Kita dapat mengidentifikasi situasi di mana seorang anak tidak mampu menunda kepuasan. Oleh karena itu, dengan mengidentifikasi tanda-tanda tersebut, orang tua dapat bertindak cepat dan memberikan bimbingan yang tepat kepada anak-anak.
Ketidaksabaran yang sering terjadi
Ketika seorang anak disuruh menunggu sesuatu, mereka mungkin secara kasat mata menunjukkan rasa frustrasi atau kecemasan. Mereka mungkin menjadi tidak sabar atau sekadar meninggalkan tugas ketika tugas tersebut memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan. Dalam jangka panjang, mereka mungkin menunjukkan kurangnya ketepatan waktu, yang berarti mereka mungkin gagal menyelesaikan tugas atau mengikuti instruksi yang diberikan kepada mereka.
Kesulitan mengelola emosi
Kurangnya kemampuan untuk menunda kepuasan membuat anak-anak tersebut lebih mungkin mengalami kesulitan dengan kekecewaan atau kemunduran. Ketika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan segera, mereka mungkin menangis, berteriak, atau mengekspresikan kemarahan mereka. Respons emosional ini dapat diamati baik di lingkungan formal, seperti sekolah, maupun pengaturan informal, seperti saat bermain bersama teman dan kegiatan keluarga.
Pengambilan keputusan impulsif
Anak-anak yang kesulitan menunda kepuasan cenderung bertindak impulsif tanpa mempertimbangkan konsekuensinya. Mereka bisa mengambil mainan anak lain, mengambil camilan sebelum makan, atau mengalihkan perhatian anak lain dari aktivitas lain untuk memuaskan keinginan sesaat. Tindakan-tindakan yang didorong oleh impuls ini dapat mengganggu proses pembelajaran dan kehidupan sosial.
Bagaimana orang tua dapat mengajarkan penundaan kepuasan
Belajar bersabar dan meluangkan waktu sangat penting untuk perkembangan anak. Untuk mengajarkan kesabaran, pengendalian diri, dan pemikiran jangka panjang kepada anak-anak, orang tua berada pada posisi yang tepat untuk bantuan . Orang tua dapat mengembangkan keterampilan ini dengan mencontohkan pengendalian diri, membimbing anak-anak, dan memberikan latihan praktis.
Tetapkan ekspektasi yang jelas
Orang tua harus memperjelas aturan dan harapan agar anak-anak tahu perilaku apa yang diharapkan dari mereka. Sebagai peringkat , memberi tahu anak bahwa mereka harus menyelesaikan pekerjaan rumah sebelum waktu layar atau melakukan pekerjaan rumah sebelum bermain, ini bantuan mereka mengaitkan usaha dengan imbalan. Menetapkan ekspektasi mengurangi frustrasi dan memberikan kerangka kerja untuk praktik penundaan kepuasan yang konsisten.
Mencontohkan pengendalian diri
Anak-anak memperolehnya dengan mengamati orang tua mereka. Namun, anak-anak cenderung meniru perilaku orang tua mereka, termasuk kesabaran, pengambilan keputusan yang tepat, dan kemauan untuk menunggu sebelum menerima imbalan. Ini mungkin termasuk berdiri, menunggu dengan sabar dalam antrean, menyisihkan uang untuk pembelian, atau melakukan pekerjaan rumah tangga, kemudian berusaha untuk bersenang-senang.
Gunakan aktivitas berbasis penghargaan
Orang tua hendaknya mendiskusikan pengalaman tersebut setelah anak menunggu atau menyelesaikan tugas dengan sukses. Pertanyaan-pertanyaan yang bantuan anak mengenali manfaat penundaan kepuasan, seperti: Bagaimana rasanya menunggu? atau Apa yang kamu pelajari dari bersabar? akan bantuan memastikan bahwa anak-anak diberi informasi tentang cara mempraktikkan penundaan kepuasan dalam konteks lain, sehingga mendorong mereka untuk melakukannya.
Penundaan kepuasan di era digital
Prevalensi kepuasan instan, yang difasilitasi oleh teknologi dan media sosialHal ini membuat penundaan kepuasan menjadi sangat sulit bagi anak-anak. Peringatan : perangkat lunak permainan dan layanan streaming menawarkan stimulasi tanpa henti dan mendorong kepuasan instan. Suasana seperti itu akan mengurangi kesabaran dan menyulitkan anak-anak untuk menetapkan tujuan jangka panjang.
Kelola waktu penggunaan layar



Orang tua dapat menetapkan batasan ketat pada waktu penggunaan layar dan menyisihkan jam khusus untuk aktivitas digital. Istirahat, permainan di luar ruangan, dan aktivitas offline bantuan anak merasa dihargai. Hal ini tidak terjadi secara instan dan membutuhkan kesabaran untuk membuahkan hasil. Salah satu cara terbaik untuk mengelola waktu penggunaan layar adalah melalui pengawasan orang tuaAplikasi seperti FlashGet Anak-Anak Memiliki fitur waktu layar yang andal, mudah diakses, dan digunakan. Fitur waktu layar bantuan Anda melacak bagaimana anak-anak menghabiskan waktu mereka untuk berbagai aktivitas.
Dorong kebiasaan digital yang lebih sehat
Pendidikan tentang bagaimana berhenti sejenak dan berpikir sebelum menanggapi pesan, dan menunggu hingga seseorang telah menyelesaikan isi atau tugas sebelum melanjutkan ke hiburan, bantuan mengembangkan pengendalian diri. Dimungkinkan untuk membahas keuntungan menunggu dan merencanakan untuk bantuan anak-anak memahami mengapa menunda kepuasan itu bermanfaat.
Promosikan aktivitas yang penuh kesadaran
Kesabaran dan konsentrasi dapat diperkuat dengan mendorong anak-anak untuk berpartisipasi dalam praktik kesadaran (membaca, menulis jurnal, menggambar, atau yoga). Tugas-tugas ini membutuhkan fokus dan latihan, yang dapat dilakukan anak-anak, dan mereka mengembangkan kemampuan untuk menunda kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) tentang penundaan kepuasan
Mulailah dengan tujuan-tujuan kecil yang membutuhkan kesabaran atau penekanan. Anda dapat secara bertahap meningkatkan kesulitan seiring bertambahnya kesabaran dan pengendalian diri Anda.
Ya. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang mampu menunda kepuasan lebih mampu membuat keputusan yang tepat, mencapai tujuan jangka panjang yang positif, dan mengelola stres dengan lebih efektif.
Gunakan teknik seperti pengalihan perhatian, pemecahan tugas, atau pengingat akan keuntungan jangka panjang. Cara lain untuk memperkuat diri saat tergoda adalah dengan memvisualisasikan hasil yang diinginkan.
Kesimpulan
Belajar menunda kepuasan adalah keterampilan penting yang menentukan keberhasilan anak-anak. Mengenali masalah yang dihadapi anak-anak, memberikan nasihat, dan menjadi teladan bantuan mereka. Menunda kepuasan bukan hanya praktik yang lebih bermanfaat; tetapi juga meningkatkan keberhasilan akademis. Orang tua juga dapat menggunakan aplikasi pengatur waktu layar seperti FlashGet Kids untuk mengelola waktu layar anak-anak mereka dengan lebih baik.

